Taubat
dari segala dosa hukumnya adalah wajib. Jika maksiat itu terjadi antara hamba
dengan Allah, tidak berkaitan dengan hak manusia maka ada tiga syarat taubat :
·
Hendaknya ia
meninggalkan maksiat tersebut.
·
Menyesali
perbuatannya.
·
Berniat teguh untuk
tidak mengulangi perbuatan tersebut selama-lamanya.
Apabila
salah satu syarat ini tidak terpenuhi, maka taubatnya tidak sah.
Adapun
jika maksiat itu berkaitan dengan hak manusia maka taubat itu diterima dengan
empat syarat. Yakni ketiga syarat di muka, dan yang keempat hendaknya ia
menyelesaikan hak yang bersangkutan.
o Jika
berupa harta atau sejenisnya maka ia harus mengembalikannya.
o Jika
berupa had (hukuman) atas tuduhan atau sejenisnya maka hendaknya had itu
ditunaikan atau ia meminta maaf darinya.
o Jika
berupa ghibah (menggunjing) maka ia harus memohon maaf.
Ia
wajib meminta ampun kepada Allah dari segala dosa. Jika ia bertaubat dari
sebagian dosa, maka taubat itu diterima di sisi Allah, dan dosa-dosanya yang
lain masih tetap ada. Banyak sekali dalil-dalil dari Al-Qur'an, Sunnah dan
Ijma' yang menunjukkan wajibnya melakukan taubat. Dalil-dalil yang dimaksud
telah kita uraikan di muka. Allah menyeru kita untuk bertaubat dan
ber-istighfar, Ia menjanjikan untuk mengampuni dan menerima taubat kita,
merahmati kita manakala kita bertaubat kepada-Nya serta mengampuni dosa-dosa
kita, dan sungguh Allah tidak mengingkari janji-Nya.
Ya
Allah, terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat lagi
Maha Penyayang.
Semoga
shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan
para sahabatnya. Amin.
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan
klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Kitab dan Sunnah


0 komentar:
Post a Comment
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda Untuk Masukan dan perbaikan buat kami, dan mohon tidak meninggalkan Spam, Tanks.!